Pernak-Pernik Pernikahan Adat Betawi: Kue Bacot

     Awal cerita, hari Minggu kemarin, 13 Januari 2013, keluarga saya itu disibukkan dengan acara lamaran kakak saya kepada calon istrinya. Tetapi bukan itu yang saya hendak ceritakan di sini. Yang saya hendak ceritakan adalah seputar kue bacot, sesuai judul di atas.
     Apa itu kue bacot? Kue bacot adalah bagian dari tradisi pernikahan orang Betawi. Walaupun calon istri kakak saya adalah orang Minang, ternyata keluarganya menyeimbangkan diri dengan tradisi Betawi yang satu ini. Kue bacot itu berupa kue-kue tradisional seperti uli, dodol, dan wajik. Keluarga calon mempelai wanita memberikan kue-kuean di atas kepada keluarga calon mempelai pria. Nantinya kue-kuean tersebut akan dibagikan oleh calon mempelai pria kepada saudara-saudaranya. Hal ini sebagai bentuk undangan sekaligus pengumpulan dana bantuan dari saudara-saudara untuk mengganti biaya pembuatan kue-kuean tersebut, yang nantinya uang yang terkumpul dikembalikan lagi kepada keluarga calon mempelai wanita.
     Kenapa diberi nama kue bacot? Seperti sudah saya katakan di atas, pada dasarnya kue bacot adalah bentuk sebuah undangan. Yang saya pahami, pihak yang diberi kue bacot berarti 'dibacoti' (diberitahu) oleh yang akan menikah dan biasanya akan 'membacoti' (memberi tahu) orang lain bahwa ada saudaranya yang hendak menikah. Tapi kalau Ibu saya bilang, kue bacot itu punya dua sisi: pihak yang 'dibacoti' akan memperbincangkan pernikahan saudaranya; pihak yang kelupaan diberi kue bacot pun akan 'membacoti' pernikahan saudarnya yang lupa mengundang mereka. Makanya kemarin ibu saya hati-hati sekali mencatat tiap nama yang dirasa harus menerima kue yang satu ini.
     Begitulah cerita tentang kue bacot yang saya baru ketahui karena acara lamaran kakak saya. Tradisi lain dari rangkaian pernikahan adat Betawi yang biasanya sudah diketahui orang pada umumnya, seperti: tanjidor, palang pintu, roti buaya, dll (yang justru tidak keluarga saya lakukan karena kami keluarga yang simpel).
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

2 Responses to Pernak-Pernik Pernikahan Adat Betawi: Kue Bacot

  1. Hmm... review yang komprehensif dan menarik! Terima kasih sudah membaginya disini... Jaga semangat, ya! :D

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas komentarnya. Senang juga bisa membaca twit dan tulisan di blog @bintangberkisah yang bagus-bagus :)

    ReplyDelete

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.